Pulanglah ayah

Dik…” untuk menghidupi keluarga kita lebih baik , kayaknya aku harus ke kota..”

Ucap Akbar kepada istriya., ” Iya mas, kalo menurut kamu itu lebih baik…”,

Jawab Aisyah sang istri.

“Sebenarnya aku tak bisa meninggalkan Rahmat, dia masih kecil

tapi aku harap kamu bisa menjaganya baik²”, kata akbar, dan perbincangan pun berlanjut,

hingga pagi menjelang, akhirnya hari keberangkatan Akbar pun tiba.

” Jaga dan rawat anak kita ya dik”, kata akbar sambil memeluk dan mencium kening istrinya.

“iya mas”, jawab aisyah dengan tetesan air mata yg  berlinang di pipinya, dan anak mereka

si Rahmat hanya melihat kejadian itu dengan ikut menangis.

Hari berganti, keluarga kecil itupun kini tinggalah seorang istri dan anak,

Tiada henti setiap hari aisyah mendo’akan akbar, hingga Rahmat akhirnya beranjak menjadi pria kecil

Yang terkenal ramah di kampung itu, sesekali rahmat menanyakan keberadaan sang ayah.

dan rahmat slalu mendapat jawaban, ” Ayah pergi buat cari uang nak, buat kehidupan keluarga kita nantinya”,

Selalu dan selalu kata² itu yang di dapat oleh rahmat dari ibunya, dan pria kecil itu hanya mencoba memahami,

meski sebenarnya dalam sifatnya yang masih lugu itu dia tak tahu apa².

Hingga sampai malam itu, bencanapun melanda di kampung kecil di lereng pegunungan itu.

Rumah² warga hancur berkeping, meski banyak yg hilang dan meninggal, tapi aisyah dan anaknya masih selamat,

Dan karna musibah itu, wajah aisyah tak seperti dulu lagi, wajahnya rusak dan dia menjadi wanita cacat.

Hingga akhirnya para warga yang selamat di pindahkan ke suatu desa kecil, yang agak jauh dari tempat itu.

Bulan berganti tahun, tahun² mreka lewati tanpa sang ayah yang pergi mencari kebahagiaan untuk mreka,

Hingga pada suatu hari Akbar pun memutuskan untuk pulang ke kampungnya, untuk bertemu istri dan anaknya.

Dan betapa kagetnya dia saat melihat kampungnya hanya menjadi gundukan tanah, Akbar pun tak kuasa, dan menangis..

Kemana anaku? kemana istriku ?”, ucapnya dengan tangisan itu.

Akbarpun langsung beranjak, bertanya di kelurahan untuk mengetahui keberadaan istrinya,

sampe pada saat itu dia menuju perkampungan kecil, yang warganya sudah jarang lagi mengenalinya.

di perkampungan kecil itu, dia menuju rumah sang kepala dusun, hingga akhirnya di tunjukan rumah istrinya itu,

Dengan langkah sempoyongan dia berlari menuju rumah kecil itu, dan betapa kagetnya dia saat membuka pintu

dilihatnya seorang wanita yg wajahnya tlah cacat, ” Dimana istriku ?” tanya akbar kepada wanita itu.

Sang wanita hanya menjawab dengan tangis, tangis bahagia karna dia telah melihat suami yg di nantinya pulang,

dan tangis kepedihan saat suaminya tak mengenalinya lagi.

Dari depan rumah tiba² terdengar teriakan seorang anak kecil yg tak lain adalah rahmat,

” Bu…rahmat pulang…”, Akbarpun terkejut melihat anak itu, kembali teringat masa lalunya,

akbar mulai mengingat sang anak yg dulu masih merangkak , dan kini tlah menjadi pria kecil yg santun.

Tanpa berfikir panjang akbar pun mulai merangkul sang wanita dan anak itu. akbar mendekap erat istri dan anaknya

yang tlah dia tinggalkan sekian lama, ” Maafkan ayah nak, maafkan aku istriku…., tak seharusnya ayah pergi meninggalkan

kalian sendirian, kalian adalah kebahagiaan yg paling besar, dan seharusnya ku jaga bukan ku tinggalkan , ayah menyesal

meninggalkan kalian”, ucap akbar dengan isak tangis, dan dalam pelukan itupun aisyah dan sang anak hanya terharu ,

menangis bahagia, orang yang di nantinya akhirnya datang.

•••▬▬▬▬▬♥♥♥▬▬▬▬▬•••

Denpasar, hampir tengah malam 26 july 09

by Nuno.

1 Komentar

  1. So Sweet


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s