♥ CERPEN ♥

KOPI ASIN

Pagi itu di rumah kecil di pesisir pantai,

Sepasang suami istri menempati rumahnya yang baru,

Mas..”, disini adalah masa kecilku hingga aku dewasa…”, sang istri mulai bercakap,

Oh…iya dik…, tempat yg sangat indah…”, jawab sang suami.

Dan mereka saling bercanda mengawali hari itu dengan penuh kemesraan.

Hingga malam berganti dan pagi pun kembali lagi.

Di meja kayu tua itu tlah terhidang kopi yg masih hangat.

Mas.., sudah tak bikinkan kopi…diminum dulu sana…”, ucap sang istri.

Dan setelah beranjak, sang suamipun segera berjalan ke meja untuk menikmati kopi buatan sang istri.

Diapun mulai meneguk……, oh..sedikit asin, apa mungkin karna di pantai ya… ” katanya dalam batin.

Sambil tersenyum sang istripun bertanya…, ” gimana mas kopinya…????”

Dengan senyum bahagia suami menjawab ” enak kok dik…, makasih ya…”

Hingga waktu berganti dan tahun² berlalu tak terasa mereka tlah memiliki seorang anak.

Dan seperti biasa sang istri menghidangkan secangkir kopi yg terasa asin.

Hingga pada suatu hari, teredengar kabar sang suami kecelakaan.

Dan sang suamipun harus meninggalkan sang istri selama²nya.

Hingga waktu berlalu, pagi itu tak seperti pagi yg biasanya.

Sang istri hanya bersedih, murung, hanya anak satu²nya yang menghibur.

Sang istripun masih seperti biasa menghidangkan kopi di atas sebuah meja kayu.

Kopi buat siapa bu?” tanya sang anak.

Buat bapak kamu sayang..”? kata sang ibu.

Bapak kan sudah ga ada bu…, aku minum ya?” dengan polos nya sang anak meminta kepada ibunya.

Meskipun hatinya terasa sakit mengingat sang suami, sang ibu menjawab ” Iya nak…, minumlah….

Huuuuuek…..” Terdengar suara sang anak memuntahkan kopi itu.

Kenapa nak..? ” spontan sang ibu bertanya kepada anaknya.

Kok rasanya asin bu…”, kata sang anak.

Lalu sang ibu pun mulai mengicipi kopi yang biasa dia buatkan untuk suaminya.

Dan dalam hati berkata…” Maafkan aku suamiku…, Ternyata berpuluh tahun lamanya aku hanya

membuatkan kopi yang asin untukmu,  Kenapa aku tak pernah mau merasakan apa yang kamu rasakan..”,

Hingga air mata sang istri berlinang, sambil mendekap sang anak , sang ibu itu menangis.

Kenapa bu”? tanya sang anak.

Ibu hanya teringat bapakmu nak, bapakmu slalu berusaha membuat ibu bahagia dengan senyumya di pagi hari,

saat dia menenguk kopi buatan ibu, tapi ibu tidak pernah tau kalau kopi yang ayahmu minum selama ini asin” ,

jawab sang ibu, dan dengan air matanya yg masih menetes, sang ibu mendekap anaknya lebih erat.

Pagi itu seorang istri baru menyadari bahwa dia kehilangan sesoarang yg slalu menerima dia apa adanya,

Yang slalu membuatnya dia tersenyum, membuatnya merasa bahagia…..

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬••• ☼☼☼ •••▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

Denpasar Pagi ini,  24, july “09

by Nuno

4 Komentar

  1. Yaaa….Allah….

    Emank yiah….

    Kadang kita nuntut untuk dimengerti tapi kita sendiri susah untuk mengerti org lain…

    Tapi bagaimana jika kita selalu ada untuk memahami tapi justru tak pernah mendapatkannya??
    (Setidaknya hal itu sudah sepantasnya untuk kita dapatkan……….)

  2. oke deh…………………..

  3. kreatif….!!!!!!!!!!

  4. kreativ bngt ternyata loe vash…. gak nyangka gue….
    terus berkarya ya…..!!!!!!!!!!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s