Bulan Sabit


Bulan sabit merenung di balik mendung Hitam….

Gerimis mengeringi tangis dalam untaian senyum Dingin…

Sesah yang berdesah menari dalam jemari Biru…

Perlahan melukis di hamparan desau angin berhembus Lembut…

Kupahami resah dalam selimutmu yang sudah mulai gundah…

Di pesisir laramu terhempas ombak menitis air matamu…

Aku mulai membeku terkurung dalam pelarian rindumu…

 

Saat ku mulai meretas hari dalam tepian rindu…

Melintasi batas ruang tabir bawah sadarku…

Saat bayangmu hadir tertawa dan tersenyum…

Mendekapku dalam dingin yang mengurung laraku…

 

Dalam mimpi kau berlari mengoyak sunyi…

Menyanyikan lagu merenda luka abadi…

Setelah semua terbangun dan kusadari…

Bahwa kau tiada kan ada lagi…

Menghilang dalam sepi dan sunyi…

Terbang dalam kedamaian hidupmu bersamanya…

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s