DALAM MALAM


Senja terbit disaat matahari mulai tenggelam…
Dan gelap menggeliat menyelimuti mentari yang terlelap…
Riuh Pesta kembang api merias kerinduan…
Hingga kota mulai remang dan serangga bernyanyi bersahutan…

Aku masih terjaga dan menunggu hujan…
Biar aku kini tak bisa sedikitpun merasakan…
Tentang apa yang pernah aku sebut perasaan…
Tentang kerinduan dan kebahagiaan…
Tentang Tangis dan kepedihan…

Biar aku membeku dalam kedinginanku…
Mencuil dan menikmati rasa tawar perasaan ini…
Dalam senyum dan ketegaran palsuku…
Mungkin nanti akan ada benih tertanam…
Disela kegelapan dan hiruk pikuk hariku…

Memang banyak yang terlewatkan…
Yang memang aku tak inginkan ikut hancur…
Cukup sudah dan jangan terjadi lagi…
Biar hujan malam ini melunturkan semua…
Masa – masa suram yang masih menemani…
Yang masih tak mau pergi meski waktu tlah berlalu…

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Tempatku Berpijak

  • RSS Nuno Story

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Tweet!

    Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.