♠♥♠ Hanya DIA ♠♥♠


Ku hirup nafas dunia Mu…

Antara langit yg menghitam dan bumi yang memerah…

Saat bulan sinarnya tak lagi terang…

Saat mentari panasnya terlalu menyengat…

Di kala angin sepoi berubah jadi badai…

Hiruk pikuk dan bising duniawi…

Tersusun di antara lampu – lampu kota malam..

Terperosok di antara sempitnya kota – kota siang…

Saat air mata sudah tak ada lagi harganya..

Saat senyuman hanyalah simbol kepalsuan..

Dimanakah ada tempat berteduh…???

Saat pohon – pohon tlah menjadi makhluk langka…

Saat serakahnya manusia mulai saling memangsa…

Saat semua menjadi seperti hukum rimba di dunia yg nyata..

Dengan norma – norma yang tak lagi di junjung tinggi…

Bisakah kiranya kita berlari…?

Dan kemanakah kita akan berlari…?

Tak ada ruang….

Tak ada tempat…

Tak ada yang perduli…

Saat hati ini merintih….

Kala kenyataan mulai mencekam…

Hanya DIA yang peduli…

Hanya DIA yang slalu menyinari…

Hanya DIA yang tak henti menyelimuti…

Hanya DIA yang slalu memberi..

Yang kadang kita tak pernah sadari…

Yang kadang kita tak pernah syukuri…


English Version

♠♥♠ Only HE ♠♥♠

My world breathed the breath of Thy …

Between sky and earth blackened red …

When the moon no longer shine brightly …

When the sun is too hot stinging …

At times the breeze turned into a storm …

And the noisy bustle of the world …

Composed of the city lights the night ..

Fall in between the narrowness of the day …

When tears are no longer worth ..

When a smile is just a symbol of deceit ..

Where there is a shelter …?

When the tree has become a rare creature …

When human greed began devouring each other …

We all become like the law of the jungle in the real world ..

With that no longer the norm in the cherished …

Can we would run …?

And Where we’re going to run …?

There was no room ….

There’s no place …

No one cares …

When the heart is moaning ….

When reality began to silence …

HE only cares …

Only HE is always shining on …

Only SHE can not stop over …

Only HE is always giving ..

Sometimes we never realize …

That sometimes we never thankful for …

1 Komentar

  1. Very good………. jempol.. jempol… jempool….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s